Oleh-Oleh dari The 3rd CoP Psychology
August 1st, 2008 by dee-karima-16Memenangi Persaingan Lewat
Talent Management dengan
Mencari Karyawan yang Memiliki Potensi Tinggi di Perusahaan
CoP Psikologi ke-3 yang diselenggarakan di
PT PJB Kantor Pusat-Surabaya, 20-21 Februari 2008, menyisakan banyak sekali pelajaran
akan kajian HR yang terbaru dan sangat menarik untuk dikaji. Salah satu kajian HR yang paling menarik
dan memang sedang happening di
kalangan HR saat ini adalah Talent Management.
Pada dasarnya Talent Management merupakan sebuah proses bisnis yang dilakukan
dalam rangka mengintegrasikan proses perencanaan, rekrutmen, pengembangan dan
retain dari talent-talent yang ada di
perusahaan. Tujuannya agar perusahaan bisa berkompetisi dan mencapai
target-target yang telah digariskan. Jadi talent
management merupakan rangkaian proses yang dilakukan untuk me-manage talent dalam rangka mencapai gol
perusahaan. Dalam Talent Management ini
kita tidak hanya berbicara mengenai pengembangan dan pengelolaan karir pegawai,
namun juga bagaimana organisasi dapat menarik dan mengelola para SDM
pilihannya, sehingga tujuan-tujuan organisasi tersebut dapat tercapai.
Saat ini perkembangan talent management sendiri
meningkat pesat. Di Amerika Serikat saja, konsep Talent Based Human Resouce Management (TBHRM) perlahan tapi pasti
dinilai banyak praktisi sebagai konsep yang lebih lengkap dan menyeluruh
dibandingkan konsep Competency Based
Human Resouce Management (CBHRM) yang diperkenalkan sekitar 33 tahun lalu
oleh Prof Dr David McClelland.
Talent
Management ini dapat
berjalan dengan baik, bila bagian SDM dapat melakukan peranannya dalam beberapa
aspek, antara lain :
1. Memelihara karyawan TERBAIK (STAR/Superkeeper) :
Mengidentifikasi dan menyusun pola jalur karier, pengembangan, dan
progam balas jasa bagi para Superkeeper.
Tujuannya agar para Superkeeper dapat memberikan kontribusi pada perusahaan,
loyalitas, dan memelihara keunggulannya
2. Perencanaan SDM (kaderisasi) :
Menentukan posisi-posisi (jabatan-jabatan) kunci dan memperhatikan benar
benar posisi-posisi kunci yang tidak memiliki calon pengganti dan memperhatikan
bahwa calon-calon pengganti yang telah ada benar-benar memenuhi kualitas yang
dituntut. Dalam hal ini harus dipastikan untuk menjaga kelangsungan organisasi
agar tidak terus menerus kehabisan SDM (terutama yang unggul).
3. Membuat
Segmentasi SDM :
Membuat mapping kompetensi (baik hard dan soft competencies) para karyawan sehingga kita bisa mendapatkan
klasifikasi/segmentasi kelompor karyawan berdasarkan poll talentanya
masing-masing, yaitu Superkeeper (individu yang bertalenta super), Keeper (individu yang bertalenta, Solid Citizen, dan Misfit. Nantinya hal ini berguna untuk dapat menyusun tindak lanjut perencanaan pengembangan
SDM.
Sudah saatnya PT PJB benar-benar concern dalam mengelola para talenta
yang unggul. Hal ini penting dalam menyikapi persaingan di dunia bisnis saat in,i
dimana bajak membajak talent sudah
menjadi hal yang lumrah. Tiap
organisasi dituntut harus memiliki kemampuan mengelola dan mengembangkan talent
yang mereka miliki. Jangan sampai terjadi kejadian seperti yang kemarin lagi,
dimana banyak dari siswa PET yang keluar karena tertarik untuk memilih berkarir
di perusahaan lain. Sebenarnya hal ini OK-OK aja sich, namanya saja pilihan
hidup dan hal yang lumrah dalam kehidupan ini. Tetapi bila kita melihat dari
sisi ROI (Return on Investment)
rekrutmen dan pelaksanaan program PET ini, pastilah kita merugi. Mengapa
dikatakan merugi? Karena kontribusi aktual dan potensi yang bisa digunakan dari
para talenta belum seluruhnya dapat kita manfaatkan untuk kemajuan dan
pengembangan PT PJB. Bila hal ini terus dibiarkan dan tidak dibenahi, bisa saja
PT PJB akan kehilangan kader-kader potensialnya dan malah membuat jalannya
sendiri untuk menuju ke ambang kehancurannya. Kita tidak boleh menyepelekan
hal-hal yang kecil, karena seringkali masalah timbul karena ada hal-hal yang
kecil yang sering kita biarkan.Ingatlah bahwa ”a great company is created by great human resouces”.
Tetapi, benarkah Talent Management menjadi kunci untuk memenangi persaingan? Bisa
jadi iya. Bila kita mengacu dalam sebuah survey yang dilakukan IHRIM
(The International Assosiation for Human Resource Information) dan Knowledge
Infusion, sebuah perusahaan konsultan yang memiliki expertise dan menyediakan solusi dalam bidang human resources dan talent
management, ditemukan bahwa sebanyak 77 persen responden memandang bahwa
kebutuhan organisasi terhadap talent
management meningkat selama tiga tahun ke depan.
Hasil survey tersebut juga menyebutkan bahwa talent acquisition, leadership development, aligning
people, and goals, performance management dan talent management metrics sebagai
faktor-faktor penting yang secara langsung merefleksikan keberhasilan atau
kegagalan talent management dari
organisasi.
Salah satu permasalahan penting yang terjadi dalam
talent management saat ini sering
terjadi ada gap antara learning dan
HR. Karena itulah antara
learning dan HR butuh untuk mengerti apa goals
dan objectives satu sama lain. Selain
itu juga sangat penting untuk memastikan bahwa mereka telah mengarah ke tujuan
yang sama.
Kesimpulannya, talent management
merupakan tool yang sangat bermanfaat
dalam pencarian dan pengembangan program kaderisasi. Bila Anda masih penasaran
dengan diskusi ataupun materi lain yang
kami diskusikan di CoP Psikologi ke-3, Anda dapat mengakses video pertama kami
mengenai CoP Psikologi di ftp PJB (yang ini khusus untuk internal komunitas PJBers, sorry…., buat temen2 PJB silahkan membuka dengan folder CoP Psikologi atau Video Subdit KM,
dan me-upload file “CoP Psikologi 3
(new)”. Keren banget lhoo…He3x…(halaah…soalnya gue nie yang buat Movie Player mengenai hasil CoP Psikoogi ke-3 ini ;p). OK deh, sekali lagi dan tidak akan pernah capek aku kumandangkan kata-kata ini : " VIVA PJB…!!!!!"